Startup Ini Padukan IoT yang Bikin Kemping Canggih

Startup Bobobox mewujudkan new normal destination di masa pandemi dengan menghadirkan Bobocabin. Pelancong dapat berkemah di alam yang ditemani teknologi canggih, tapi konsisten aman.
Bobocabin yaitu produk akomodasi terkini yang diluncurkan Bobobox menganut konsep elevated camping, yang akan memberikan pengalaman baru, berupa berkemah dengan memadukan teknologi Dunia of Things (IoT), serta dibumbui panorama alam di sekitarnya.

Ketidakhadiran Bobocabin melengkapi portofolio Bobobox sebagai startup property-technology, di mana sebelumnya telah ada hotel kapsul dan co-living alias Boboliving yang diluncurkan Desember lalu.

“Lewat penemuan terkini kami dalam format Bobocabin, kami berkeinginan ikut serta serta berkolaborasi dalam semua upaya lintas sektoral dalam memulihkan ekonomi, secara khusus sektor pariwisata yang betul-betul terdampak oleh pandemi,” ujar CEO dan Co-Founder Bobobox Indera Gunawan dalam siaran persnya, Senin (15/2/2021).

Bobocabin yang dirancang dengan desain elegan dan dukungan teknologi, dapat jadi solusi bagi pelancong untuk merasakan waktu lengang, tetapi juga konsisten aman, seperti pandemi yang ketika ini terjadi.

“Eksistensi Bobocabin diinginkan bisa ikut serta serta dalam mewujudkan kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan juga ikut serta serta memajukan industri pariwisata dengan mengedepankan keberlanjutan, bagus dari segi sosial, ekonomi, ataupun lingkungan,” tutur Indera.

Untuk tahap permulaan, Bobobox menghadirkan Bobocabin di lahan seluas masing-masing 1,26 Ha di Wana Tamasya Rancaupas dan 1 Ha di Green Grass Cikole, yang keduanya milik Perhutani. Di daerah itu juga tersedia fasilitas WC dan zona pendorong lainnya.

Bobobox merancang Bobocabin dengan mengadopsi desain modular futuristik. Fasilitas penginapan ini bisa memuat dua orang dewasa dan satu si kecil-si kecil dengan konsisten melihat jaga jarak lahiriah.

Menetapkan keamanan di masa pandemi, tiap-tiap kabin dibangun dengan melihat jarak yang cukup antar bangunan. Kecuali menyokong privasi dan kenyamanan pengunjung, hal ini guna memutuskan protokol kesehatan. Bobobox menceritakan di zona awam, lobi dan WC dibersihkan tiap-tiap jam, kemudian pengaplikasian 3M, sampai penyediaan hand sanitizer.

Bobobox sudah mengimplementasikan contactless experience melewati penerapan teknologi IoT dalam mengoperasikan hotel kapsul, dan ini juga yang dipakai untuk operasional kabin, salah satunya pemanfaatan fitur QR Code saat membuka pintu.

IoT bahkan disematkan untuk mengendalikan fitur-fitur yang di dalamnya, seperti smart glass window, lampu, pintu, dan bluetooth audio speaker yang dapat dikuasai dari hand phone pengunjung.

Bobobox menawarkan Bobocabin dengan biaya di bentang Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu untuk per harinya. Beratensi menginap di sana ?