Penat, Camping Ground “Sedin Bangket” Dapat Jadi Alternatif

Covid-19 melandai. Kesibukan warga dilonggarkan. Geliat pariwisata juga mulai menonjol. Bertamasya yaitu keperluan warga sesudah sibuk menjalani rutinitas. Daerah-daerah tamasya berbasis alam terbuka menjadi opsi. Di Lombok Barat sekarang banyak menjamur daerah-daerah tamasya baru yang menawarkan kenyamanan pelancong menyatu dengan alam.

Healing di alam terbuka juga menjadi opsi sebab biayanya relatif murah. Warga menyulap kebun dan pelataran mereka menjadi daerah tamasya berkemah (camping ground) , komplit dengan beraneka paket yang dapat dipilih pengunjung. Adanya kebijakan pemerintah tempat yang menunjang tumbuhkembang desa tamasya membikin warga makin kreatif mencari penghasilan dari sektor tamasya.

Situs judi Slot Gacor yang memang saat ini sedang mengalami kepopuleran saat ini, yang juga akan memberikan kemenangan yang besar dan juga hadiah yang melimpah.

Di Desa Langko Kecamatan Lingsar, contohnya, sebagian destinasi tamasya baru timbul. Ada camping ground “Sedin Bangket” yang baru berdiri namun telah ramai pengunjung. Pemiliknya yaitu Rifal Hariadi. Dia memanfaatkan lahan sebagian are persis di tepi kali yang gampang diakses dari jalan utama. Fasilitasnya komplit seperi kamar mandi, titik selfie dan lain-lain. Dari daerah ini, pengunjung dapat merasakan estetika areal persawahan. “Baru promo di media sosial, namun yang datang berkemah telah banyak. Bila akhir minggu ada saja yang booking, ” ungkap Rifal terhadap koran ini ketika berkunjung, Senin (25/7).

Rifal yaitu seorang member Polri yang tengah belajar merintis usaha pariwisata. Dia berdaya upaya merintis usaha ini diawali ketika perhelatan MotoGP Mandalika lalu. Ketika itu, banyak pelancong yang tak kebagian menginap dan berkemah di daerah terbuka. Ucap saja camping ground Gunung Jae Narmada yang waktu itu penuh oleh tetamu MotoGP. Dari sana dia berdaya upaya dirinya dapat membikin daerah serupa sedangkan dengan modal lahan yang tak terlalu luas. ” Kini orang lagi bersuka ria tenda bersama keluarga. Camping Ground “Sedin Bangket” ini dapat jadi opsi, ” ungkapnya.

Pelancong tinggal datang. Pemilik menyediakan kemah komplit dengan alat-alat memasak. Pengunjung juga dapat mengorder paket makanan jadi layak selera. Satu unit kemah disewakan seharga Rp 150 ribu per malam. Lokasi ini, kata Rifal, memang masih butuh penyempurnaan, terpenting untuk mengkaitkannya dengan lokasi-lokasi tamasya menarik yang ada di Kecamatan Lingsar. Ya, Lingsar memang dapat dikatakan sentra tamasya alam. Sesudah berkemah di sini, pengunjung dapat mendatangi sentra duren di Desa Karang Bayan, atau mendatangi website bersejarah Pura Lingsar yang ada di Desa Lingsar.

Liburan camping ground memang tengah menggeliat. Di Gunung Jae Narmada, tamasya seperti ini membikin perekonomian warga membaik. Di Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung, ada juga sentra masakan yang dipadukan dengan konsep camping ground.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, HM. Fajar Taufik, mengatakan menjamurnya daerah tamasya tenda tak lepas dari janji pemerintah tempat memajukan desa tamasya. Ada ratusan desa tamasya di Lombok Barat yang ditunjang memaksimalkan potensi lokalnya masing-masing, termasuk potensi estetika alam. “Kini warga kian kreatif mewujudkan kesempatan tamasya. Mereka sadar bahwa orang butuh bertamasya. Mereka lalu membikin daerah-daerah yang dapat dikunjungi. Kunci pariwisata yaitu kreativitas, ” ungkap Fajar.(git)