Mengenal Apa Itu Camping

Berbincang-bincang soal daerah camping yang mengasyikan dan populer di beragam negara, kita mungkin akan teringat dengan deretan gunung di dunia yang jadi unggulan pendaki. Membayangkan, bagaimana rasanya kalau dapat menginjakkan kaki di gunung itu, dan berkemah di sana. Gunung memang menjadi salah satu destinasi terbaik bagi pecinta aktivitas outdoor. Mulai dari hiking, trekking, mountain climbing, sampai camping.

Melainkan sebelum membahas lebih lanjut perihal daerah camping paling mengasyikan di beragam negara, ada hal penting perihal gunung yang perlu kita kenal. Kecuali Natal dan Tahun Baru, di bulan Desember kita juga memperingati International Mountain Day. Peringatan International Mountain Day ini disepakati oleh Food Agriculture Organization (FAO) di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Penasaran, bagaimana sejarah International Mountain Day? Just keep scrolling!

Peringatan International Mountain Day atau Hari Gunung Internasional bermula pada 1992 silam. Pada ketika itu, konferensi PBB perihal “Lingkungan dan Pembangunan” meramalkan proses rencana berhubungan “Mengelola Ekosistem yang Rapuh: Pembangunan Gunung yang Berkelanjutan”. Kemudian pada tanggal 11 Desember 2001, PBB menciptakan tahun 2002 sebagai International Year of Mountains untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pegunungan. Peringatan ini sudah disahkan di markas PBB New York, Amerika.

Pada tanggal 20 Desember 2002, FAO di bawah PBB mempertimbangkan tanggal 11 Desember sebagai International Mountain Day. Kemudian pada 2003, peringatan hal yang demikian dirayakan untuk pertama kalinya. Tujuan dari peringatan International Mountain Day yaitu untuk menunjang kelompok sosial internasional supaya menyokong pembangunan gunung secara berkelanjutan. Di sisi lain, peringatan ini juga digelar untuk menunjang pemerintah agar mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sanggup meringankan kehidupan keras masyarakat di pegunungan.

Perlu dikenal, bahwa iklim global yang meningkat menyebabkan perubahan yang besar bagi kehidupan di sekitar gunung. Meski, gunung sudah menjadi rumah bagi 15% populasi dunia yang menampung sekitar separuh biodiversitas dunia. Dan semua kehidupan di dunia memerlukan sumber air, kekuatan, sampai pangan dari gunung. Dikala iklim global terus meningkat, karenanya masyarakat pegunungan akan menghadapi pengorbanan besar untuk bertahan hidup. Gletser gunung yang mencair dalam tingkat rawan akan memengaruhi pasokan air bagi jutaan manusia. Dan tentunya, kehidupan yang bertumpu pada gunung mengalami ancaman besar.