Camping Pantai Di Taman Nasional Khao Sam Roiyod

Mendatangi daerah baru dan berkemah di situ senantiasa menarik. Menarik sebab entah kejutan apa yang ada di daerah itu yang lazimnya lebih hebat dari yang tertulis di brosur-brosur. Sesudah berkelana ke sebelas provinsi dan berkemah di tepi hutan, di gunung, di tepi sungai dan danau, menarik untuk mencoba sesuatu yang baru di provinsi selanjutnya. Berkemah di tepi pantai merupakan pandangan baru yang menarik dan rujukan yang masuk ke aku: pantai Laem Sala di Khao Sam Roi Yot (enaknya aku singkat KSRY), distrik Pranburi, provinsi Prachuap Khiri Kan, provinsi ke duabelas aku di Thailand.

Sesudah informasi lapangan singkat di dunia maya dan tak menemukan sistem yang efisien bagi seorang solo traveler yang mengandalkan kendaraan awam, karenanya agenda buatan sendiri disiapkan. Ini rancangan sistem aku menuju ke lokasi yang berjarak sekitar 4 jam ke arah selatan dari Bangkok itu. Ambil bis dari Bangkok (terminal selatan di Taling Chan) dan turun di Hua Hin, lalu sewa motor di Hua Hin dan lanjut ke KSRY. Sangkaan waktu: Bangkok-Hua Hin 3 jam (bis), Hua Hin-KSRY 1 jam (sepeda motor). Kertas agenda dilipat, pilih sebuah akhir minggu, dan perjalanan diawali.

Sesudah membayar karcis bis 150 baht dan mengapung di atas bis selama 3 jam, aku turun di tengah kota Hua Hin sebelum bis itu berbelok ke kanan, ke arah terminal. Aku pernah datang ke kota kecil di pinggir pantai yang dibanjiri orang asing ini bersama istri. Tidak susah untuk mengingat ke mana aku seharusnya berjalan sesudah turun dari bis itu: ke menara jam. Di situ ada kantor info liburan.

Sesudah mendapat info secukupnya, termasuk di mana aku dapat menyewa motor, aku mulai berburu motor sewaan itu. Tidak jauh dari menara jam hal yang demikian ada wat yang di belakangnya ada gang yang di gang itu berjejer restoran-restoran dan beberapa pemiliknya juga berbisnis penyewaan sepeda motor dan kendaraan beroda empat. Aku berjalan membelah halaman wat itu dan keluar di pintu belakang yang menghadap gang yang dimaksud. Tidak jauh dari pintu keluar itu, aku menerima motor aku: Yamaha Mio bergigi otomatis yang kelihatannya lumayan. Si pemilik mengkopi paspor aku, aku membayar 150 baht, dan motor itu jadi milik aku untuk 24 jam selanjutnya.